Begini Cara Nabung Agar Bisa Berangkat Umrah

Tawaf adalah salah satu rukun yang wajib dilakukan pada saat haji atau umrah. Di saat itu para jemaah akan berjalan mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 (tujuh) kali. Berjalan-jalan di pusat perbelanjaan (mal) sering dikatakan secara bercanda sebagai latihan tawaf.

Saat ini kalau kita mendaftar haji reguler, bisa menunggu hingga lebih dari 20 tahun. Semakin mudah moda transportasi, semakin tinggi pemahaman mengenai agama membuat semakin banyak orang yang ingin pergi haji, baik untuk yang pertama kalinya atau pun untuk yang ke sekian kalinya. Musim haji tahun ini juga diwarnai fenomena baru, yaitu semakin banyaknya jemaah haji dari negeri China.

Artinya dengan demikian Pemerintah Arab Saudi bisa jadi akan meninjau kembali kuota jemaah haji masing-masing negara, termasuk Indonesia yang berdampak semakin lama antrean untuk bisa berangkat Haji.

Alhasil karena menunggu lama, banyak jemaah Indonesia yang memanfaatkan Umroh sebagai sasaran sementara sambil menunggu jatah kuota haji. Harga paket umrah pun beragam, dari yang sederhana hingga yang bintang 5. Berkisar antara Rp 18 juta hingga 25 juta per orang. Kalau ada yang menawarkan lebih murah dengan kualitas yang tinggi, perlu dicek lagi agar tidak terulang kasus biro perjalanan haji dan umrah itu.

Banyak orang yang beralasan tidak punya uang untuk daftar haji atau bahkan “sekadar” pergi umrah, tapi sering sekali berjalan-jalan keliling segala jenis pusat perbelanjaan, bahkan kadang dari jam buka sampai diusir sekuriti. Coba kita iseng hitung berapa dana yang kita keluarkan sekali kita jalan-jalan di pusat perbelanjaan.

Makan siang untuk ukuran mall, per orang berkisar antara Rp 50 – 100 ribu. Ngemil sore Rp 30 – 50 ribu per orang. Nonton film Rp 40 ribu per orang. Snack sambil nonton Rp 50 ribu per orang.

Selesai nonton nanggung, sudah dekat waktu makan malam. Rp 50 – 100 ribu per orang. Dijumlahkan per orang bisa mencapai Rp 340 ribu. Kalau jalan-jalannya berdua, tinggal dikalikan 2. Kalau berempat, silakan kali 4 dan hasilnya lebih dari Rp 1 juta.

Kalau kita tidak melakukan satu kali jalan-jalan keliling pusat perbelanjaan bersama keluarga (ayah, ibu, dan 2 anak), maka terdapat peluang untuk menyisihkan dana sebesar Rp 1.360 ribu yang bisa ditabung guna pergi umrah.

Dengan harga paket umrah yang Rp 25 juta, maka kita hanya perlu menahan diri untuk tidak berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan sebanyak 18 kali. Kalau kita mengurangi latihan tawaf di mal satu kali satu bulan, maka dalam waktu 18 bulan kita bisa membeli 1 paket umrah.

Ternyata banyak cara untuk dapat mengumpulkan dana agar tujuan kita bisa tercapai. Apalagi kalau tujuannya baik, pasti ada jalannya. Tanpa harus menghindari senang-senang, hanya mengurangi kuantitasnya. Tidak dengan menjadi pelit, tapi dengan berhemat.

Di dalam tulisan Aidil Akbar Madjid sebelumnya di kolom Perencana Keuangan di detikFinance ini bahkan dibahas bagaimana mempersiapkan Dana Haji tanpa harus setor ke pemerintah. Dan hal itu semua bisa dipelajari di workshop dan kelas yang dilakukan baik oleh AAM & Associates maupun IARFC Indonesia. Info workshop Kaya Raya Dengan Reksadana January 2018 buka di sini. Untuk belajar mengelola gaji bulanan bisa ikut workshop CPMM, info di sini.

Sementara untuk ilmu yang lengkap, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan ikutan workshop Basic Financial Planning info lihat di sini. Selain itu bisa juga bergabung di akun telegram group kami dengan nama Seputar Keuangan atau klik di sini .

Kalau memang berniat untuk umrah, ayo bulatkan tekad dan disiplin dalam menabung. Mumpung masih mudah untuk pergi umrah. Tidak menutup kemungkinan di saat yang akan datang umrah pun ada kuota, mengingat pada jaman dulu naik haji tidak pakai kuota karena peminatnya masih terbatas.

Kalau alasannya belum ada panggilan, tidak ada salahnya juga kita bersiap. Kita tidak pernah tahu kapan giliran kita diundang untuk bisa hadir ke Baitullah dan melakukan ibadah.

Baca Juga :

Jelita Blog © 2018 Frontier Theme